MAKASSAR, PILARIS.ID, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Parkir Makassar Raya mulai bersiap melakukan pembenahan besar-besaran dalam pengelolaan perparkiran di Kota Makassar. Salah satu langkah strategis yang akan segera diterapkan adalah memprioritaskan warga yang memiliki KTP Makassar dalam proses rekrutmen juru parkir (jukir).
Direktur Utama Perumda Parkir Makassar Raya, Adi Rasyid Ali, menyampaikan kebijakan tersebut usai melakukan audiensi dengan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Pertemuan tersebut digelar untuk memaparkan capaian kinerja, potensi pendapatan, serta sejumlah inovasi yang tengah disiapkan oleh perusahaan daerah tersebut.
Kebijakan rekrutmen baru ini secara tegas menutup peluang bagi warga yang tidak memiliki KTP Kota Makassar untuk menjadi jukir resmi. Langkah tersebut diambil sebagai upaya nyata dari pemerintah daerah dalam menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat yang masih membutuhkan pekerjaan.
Manajemen Perumda Parkir juga akan memperkuat sistem pendataan dan pengawasan jukir dengan melibatkan camat serta lurah secara aktif dalam proses rekrutmen. Para jukir yang lolos seleksi nantinya wajib mengikuti bimbingan teknis sebelum mendapatkan identitas resmi dan rompi kerja berwarna kuning sebagai penanda legalitas.
Adi Rasyid Ali menilai langkah pengawasan berlapis ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan di lapangan. Selain itu, pengetatan aturan ini diharapkan mampu meminimalkan potensi pelanggaran serta tindak kriminal yang kerap melibatkan oknum jukir ilegal.
Pendapatan perusahaan daerah ini juga terus digenjot seiring dengan penerapan pembenahan sistem pengelolaan perparkiran. Hingga Mei 2026, realisasi pendapatan yang berhasil dikumpulkan oleh Perumda Parkir Makassar Raya telah mencapai sekitar Rp8 miliar.
Target pendapatan tahunan yang ditetapkan untuk tahun ini adalah sebesar Rp23 miliar, dengan target dividen kepada Pemerintah Kota Makassar mencapai Rp2 miliar. Manajemen optimistis angka tersebut dapat tercapai karena masih ada waktu yang cukup panjang untuk mengejar target.
Potensi pendapatan baru kini tengah dibidik di beberapa titik strategis, termasuk pengelolaan kawasan parkir di Ramayana, Karebosi, Kanrerong, hingga area sekitar Anjungan Pantai Losari. Optimalisasi ini diharapkan dapat mendongkrak pemasukan daerah secara signifikan dalam beberapa bulan ke depan.
Sejumlah aset fasilitas umum yang seharusnya sudah diserahkan kepada pemerintah kota hingga kini tercatat masih dikuasai oleh pihak swasta. Jika persoalan penyerahan aset tersebut dapat segera dituntaskan, potensi pendapatan dari sektor parkir diproyeksikan akan meningkat jauh lebih tinggi.
Pembangunan gedung parkir (building parking) juga mulai dikaji secara mendalam oleh Perumda Parkir sebagai solusi jangka panjang. Fasilitas ini dirancang untuk menjawab kebutuhan ruang parkir yang semakin mendesak di tengah padatnya aktivitas perkotaan di Makassar.
Penyelenggaraan acara besar atau event di Kota Makassar juga menjadi sorotan penting dalam agenda pembenahan pengelolaan wilayah perparkiran. Manajemen berharap Perumda Parkir sudah dilibatkan sejak tahap awal perencanaan kegiatan agar koordinasi di lapangan dapat berjalan lebih matang.
Keterlibatan sejak awal ini dinilai penting agar Perumda Parkir tidak selalu menjadi sasaran kritik publik ketika terjadi kemacetan atau kesemrawutan. Pola koordinasi yang baru diharapkan dapat mengantisipasi masalah penataan kendaraan sebelum acara berlangsung.
Apresiasi internal perusahaan juga diberikan dalam kesempatan audiensi bersama Wali Kota Makassar tersebut melalui pengundian hadiah umrah bagi insan Perumda Parkir. Tahun ini, dua orang pegawai yang beruntung mendapatkan kesempatan berangkat ke Tanah Suci sebagai bagian dari program penghargaan tahunan.






