Operasi Antik 2026 di Makassar, 100 Pengunjung THM Tes Urine, 4 Positif Metamfetamin

MAKASSAR, PILARIS.ID – Polrestabes Makassar menggelar razia di sejumlah tempat hiburan malam (THM) dalam rangka Operasi Antik 2026. Sebanyak 100 pengunjung menjalani tes urine dan empat pria diketahui positif metamfetamin.

Razia melibatkan personel gabungan Satuan Reserse Narkoba, Propam, dan Satuan Intelkam Polrestabes Makassar. Petugas menyasar tiga tempat hiburan malam, yakni Ulta, Onix, dan Elite hingga Minggu dini hari.

Dalam operasi tersebut, petugas memeriksa barang bawaan pengunjung dan mengambil sampel urine secara acak. Sebanyak 100 sampel kemudian diuji di lokasi.

Kasat Res Narkoba Polrestabes Makassar AKBP Luly Febyantara mengatakan, hasil pemeriksaan menunjukkan empat pengunjung laki-laki positif metamfetamin, zat yang antara lain terkandung dalam narkotika jenis sabu.

“Dari 100 sampel tes urine yang kami uji secara acak di tiga titik lokasi hiburan malam, empat orang pengunjung laki-laki hasilnya positif mengonsumsi narkotika jenis metamfetamin,” kata Luly.

Keempat pengunjung tersebut kemudian dibawa ke Mako Satres Narkoba Polrestabes Makassar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih mendalami sumber narkotika yang diduga dikonsumsi serta status masing-masing orang yang diamankan.

Selain melakukan tes urine, petugas menemukan dan menyita sejumlah botol berisi cairan yang dinilai mencurigakan saat melakukan pemeriksaan di lokasi hiburan malam.

Cairan tersebut belum dipastikan mengandung narkotika. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik untuk mengetahui kandungannya.

“Kami menyita beberapa botol berisi cairan. Saat ini masih kita uji laboratorium untuk memastikan apakah mengandung zat narkotika atau jenis lainnya,” ujar Luly.

Menurut Luly, Operasi Antik 2026 merupakan bagian dari upaya kepolisian menekan peredaran dan penyalahgunaan narkotika, termasuk di tempat-tempat hiburan malam di Kota Makassar.

Polisi juga belum menentukan proses hukum terhadap empat pengunjung yang hasil tes urinenya positif. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk menentukan status mereka.

Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan mereka merupakan pengguna atau korban penyalahgunaan narkotika, kepolisian akan mengajukan asesmen sebagai dasar menentukan penanganan selanjutnya.

“Jika dari hasil pemeriksaan intensif terbukti murni sebagai pengguna atau korban penyalahgunaan, kami akan mengajukan proses asesmen untuk rehabilitasi,” kata Luly.