Gelar Musda Sulsel Bulan Depan, Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia Siap Terbitkan Diskresi Calon

Berita6 Views

MAKASSAR, PILARIS.ID — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulawesi Selatan menjadwalkan pelaksanaan Musyawarah Daerah XI pada awal Juli mendatang. Keputusan penundaan jadwal dari pertengahan tahun ini disebabkan oleh agenda Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia beserta Sekretaris Jenderal Muhammad Sarmuji yang baru saja menyelesaikan ibadah haji di Tanah Suci Mekkah. Pelaksana Tugas Wakil Sekretaris DPD I Golkar Sulawesi Selatan Arief Rosyid Hasan mengonfirmasi bahwa setelah jajaran pimpinan pusat tiba di tanah air, pihak sekretariat jenderal akan segera menandatangani surat keputusan strategis terkait mekanisme pencalonan.

Dinamika internal menjelang musyawarah daerah kali ini mengerucut pada dua nama bakal calon kuat yang akan memperebutkan kursi kepemimpinan beringin di Sulawesi Selatan. Menariknya, salah satu figur kandidat yang mencuat dikabarkan membutuhkan diskresi khusus atau hak prerogatif dari Ketua Umum Bahlil Lahadalia agar dapat melenggang ke arena pemilihan. Instrumen diskresi ini merupakan kewenangan konstitusional organisasi yang diberikan kepada calon tertentu yang belum memenuhi syarat formal reguler, guna menjamin kelancaran roda organisasi dalam situasi kompetisi yang kompetitif.

Di sisi lain, jajaran elite pengurus pusat menekankan pentingnya menjaga kondusivitas politik dengan mengedepankan asas musyawarah mufakat atau aklamasi dalam menentukan nakhoda baru. Berkaca pada keberhasilan pelaksanaan musyawarah daerah di lima provinsi wilayah Sulawesi terdahulu yang berjalan tanpa pemungutan suara, faksi Sulawesi Selatan diharapkan mampu mereplikasi kesolidan serupa. Langkah konsolidasi lintas daerah pemilihan terus diintensifkan guna menyerap aspirasi pengurus tingkat kabupaten dan kota sekaligus menyatukan visi memenangkan konstelasi Pemilu 2029.

Target besar untuk merebut kembali tampuk kejayaan politik dan kursi pimpinan parlemen daerah menjadi alasan utama perlunya penyatuan kekuatan di internal partai. Perpecahan di tingkat akar rumput dinilai hanya akan menguntungkan partai kompetitor dan merugikan eksistensi historis partai yang dikenal kokoh di wilayah ini. Melalui persiapan matang yang melibatkan pendampingan dari panitia pengarah, struktur kepengurusan baru yang terbentuk nanti diharapkan lahir dari atmosfer penuh kegembiraan dan terbebas dari polarisasi konflik masa lalu.