Andy Burnham resmi menjadi Perdana Menteri Inggris sejak Senin, 20 Juli 2026. Ia menerima mandat dari Raja Charles III di Istana Buckingham, lewat tradisi yang dikenal sebagai “kissing hands“. Sejurus setelah Keir Starmer menghadap raja untuk mundur, Burnham menyusul ke istana yang sama dan diminta membentuk pemerintahan baru.
Sore harinya, ia menyampaikan pidato perdana di tangga Downing Street 10. Ia berjanji membawa “jalan baru” bagi Inggris. Fokus utamanya penurunan biaya hidup, pemerataan pembangunan, perbaikan sistem politik, dan komitmen mengatasi masalah tunawisma.
Julukan King of the North menempel pada Burnham sejak lama. Ia memimpin Greater Manchester dengan gaya merakyat. Bee Network jadi bukti kinerjanya, mengembalikan bus yang 37 tahun dikuasai swasta ke kendali publik.
Ia juga bergerak cepat menangani krisis tunawisma saat itu. Rekam jejak itu membuatnya terasa lebih dekat dengan warga biasa.
Starmer memimpin dengan gaya pengacara. Segala keputusan terpusat, rapi, dan berjarak dari akar rumput. Makanya, ia kerap dicap terlalu teknokratis.
Berbeda dengan Burnham yang tumbuh dari tempat berbeda. Ia besar dalam politik komunitas, gaya bicaranya lugas, dan jarang berputar-putar.
Desentralisasi akan jadi jantung agenda Burnham. Ia percaya sentralisme London menciptakan ketimpangan di seluruh Inggris. Wewenang ekonomi ia dorong turun ke daerah.
Layanan dasar seperti transportasi, perumahan, dan air ia arahkan kembali ke kepemilikan publik. Krisis biaya hidup akan ia tangani dengan langkah cepat, tanpa proses birokrasi panjang, janjinya.
Dalam hubungan dengan Uni Eropa, kemungkinan Burnham akan memilih jalur aman. Kerja sama ia fokuskan pada migrasi dan keamanan. Ia tidak menyentuh batas sensitif soal Pasar Tunggal, garis yang selama ini dijaga ketat oleh partainya sendiri.
Komitmen pada NATO dan dukungan bagi Ukraina juga ia tegaskan di pidato pertama.
Konsolidasi di internal Partai Buruh berjalan mulus. Ia maju sebagai kandidat tunggal dan meraih dukungan mayoritas mutlak dari anggota parlemen partainya. Partai memang merindukan sosok yang bisa merangkul faksi sekaligus bicara wajar dengan pemilih biasa.
Namun Burnham tetap mempertahankan sejumlah penasihat senior era Starmer. Sebagian melihat ini langkah bijak menjaga stabilitas birokrasi. Sebagian lain menilainya kompromi yang menahan perubahan yang mereka harapkan.
Ujian Burnham menanti di Pemilu 2029. Red Wall dan basis kelas pekerja pernah menjauh dari Partai Buruh. Red Wall adalah sebutan untuk sabuk daerah industri di Inggris utara dan tengah yang puluhan tahun setia pada Partai Buruh, sebelum berpindah ke Partai Konservatif pada pemilu 2019.
Karakter Burnham yang merakyat bisa jadi kunci merebut mereka kembali. Tapi ia memimpin tanpa mandat pemilu baru. Ruang geraknya sempit, waktu tidak banyak.
Publik Inggris menunggu bahwa keberhasilan Manchester bisa diulang dalam skala negara.
Makassar, 21 Juli 2026



