MAKASSAR, PILARIS.ID — Perhelatan akbar Piala Dunia 2026 yang tengah berlangsung memicu beragam respons dan kebijakan dari para kepala daerah di Sulawesi Selatan terkait izin menonton bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN). Perbedaan mencolok terlihat pada ketegasan regulasi jam kerja, di mana Kabupaten Toraja Utara muncul sebagai wilayah dengan aturan paling longgar dibandingkan daerah lainnya.
Fenomena ini menuai perhatian publik lantaran sebagian besar pertandingan babak fase grup disiarkan pada pagi dan siang hari waktu Indonesia akibat perbedaan zona waktu yang sangat signifikan dengan negara tuan rumah.
Pemerintah Kabupaten Toraja Utara mengambil langkah diskresi yang cukup berani dengan memberikan kelonggaran bagi para pegawainya untuk menggelar nonton bareng di area kantor, selama tidak mengganggu pelayanan publik yang bersifat darurat. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk apresiasi terhadap antusiasme olahraga masyarakat sekaligus upaya menjaga moral kerja pegawai agar tetap tinggi selama turnamen berlangsung.
Sebaliknya, sejumlah wilayah lain seperti Kota Makassar dan Kabupaten Gowa menerapkan pengawasan yang jauh lebih ketat dengan melarang penggunaan fasilitas dinas dan layar proyektor kantor untuk kepentingan menonton di luar jam istirahat resmi.
Badan Kepegawaian Daerah tingkat provinsi mengingatkan bahwa asas netralitas, profesionalitas, dan kedisiplinan jam kerja ASN harus tetap menjadi prioritas utama yang tidak boleh dikorbankan demi hiburan. Sanksi pemotongan tunjangan kinerja hingga teguran disiplin tertulis siap dijatuhkan bagi oknum pegawai yang terbukti membolos atau menelantarkan dokumen pelayanan demi menyaksikan pertandingan tim favorit mereka.
Langkah pemantauan secara digital dan inspeksi mendadak ke sejumlah instansi teknis juga terus ditingkatkan oleh masing-masing inspektorat daerah sepanjang bulan kompetisi sepak bola sejagat ini.






