Perebutan Kursi Ketua Golkar Sulsel: DPP Serahkan Surat Diskresi Bahlil Lahadalia kepada IAS

Berita2 Views

MAKASSAR, PILARIS.ID — Dinamika politik menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan kian memanas setelah teka-teki mengenai arah hak istimewa  pimpinan pusat terjawab. Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar menjadwalkan penyerahan resmi surat diskresi dari Ketua Umum Bahlil Lahadalia kepada politisi senior Ilham Arief Sirajuddin di Kantor DPP Golkar, Jakarta, pada Rabu (24/6/2026) sore.

Langkah taktis pemberian diskresi ini menjadi dispensasi formal bagi pria yang akrab disapa IAS tersebut untuk maju dalam bursa pencalonan ketua tanpa terganjal regulasi internal. Mantan Wali Kota Makassar dua periode tersebut diketahui belum memenuhi beberapa regulasi baku, seperti batas minimal dukungan 30 persen dari pemilik suara, syarat keaktifan pengurus, serta penilaian terhadap aspek Prestasi, Dedikasi, Loyalitas, dan Tidak Tercela (PDLT) lantaran sempat berkarier di Partai Demokrat selama satu dekade sebelum kembali ke beringin pada 2022.

Pelaksana Tugas Wakil Sekretaris DPD I Golkar Sulsel yang juga tim pengarah (Steering Committee) Musda, Arief Rosyid, mengonfirmasi bahwa kontestasi kali ini akan menjadi arena tarung bebas bagi dua figur kader terbaik, yakni Andi Ina Kartika Sari dan Ilham Arief Sirajuddin. Arief juga memastikan jadwal pelaksanaan Musda Golkar Sulsel digeser ke tanggal 4-5 Juli 2026 di Makassar setelah sempat tertunda pada Juni akibat kendala teknis pemesanan hotel.

Direktur Lembaga Riset Profetik Institut, Asratillah, menilai terbitnya diskresi ini mempertegas dominasi kendali DPP pusat dalam mengarahkan format kompetisi yang ideal di tingkat daerah. Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa tiket khusus dari Bahlil bukan penentu tunggal kemenangan, sebab legitimasi rill dan penggalangan suara di akar rumput tetap berada di tangan para pemilik hak suara sah, yaitu jajaran ketua DPD II tingkat kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan.

Tantangan terbesar bagi ketua terpilih nantinya adalah merajut kembali kesolidan struktur pasca-Musda agar tidak memicu resistensi yang berkepanjangan di internal partai. Penyelarasan antara kehendak politik elit Jakarta dan aspirasi pengurus daerah menjadi modal paling krusial guna memastikan mesin politik Golkar Sulsel kembali kompetitif dan kokoh menyambut kemenangan besar dalam perhelatan Pemilu 2029 mendatang.