POLEWALI MANDAR, PILARIS.ID — Aparat kepolisian Resor Polewali Mandar berkolaborasi dengan TNI dan pemerintah desa setempat melakukan penggerebekan besar-besaran terhadap arena judi sabung ayam di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Dalam operasi tangkap tangan tersebut, petugas berhasil mengamankan tujuh orang yang diduga kuat terlibat langsung dalam praktik perjudian di wilayah tersebut.
Penggerebekan taktis ini berlokasi di tengah areal perkebunan warga yang terletak di Desa Duampanua, Kecamatan Anreapi, pada Selasa (23/6/2026) sore sekitar pukul 16.30 Wita. Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Budi Adi, menjelaskan bahwa operasi ini digelar secara mendadak setelah kepolisian menerima aduan resmi dari masyarakat setempat melalui layanan pengaduan terpadu call center 110 terkait aktivitas ilegal yang meresahkan.
Begitu tim gabungan tiba di lokasi perkebunan, para pelaku judi sabung ayam langsung kocar-kacir menyelamatkan diri hingga sempat memicu aksi kejar-kejaran yang sengit antara petugas dan taruhan di area terbuka. Selain berhasil menciduk tujuh orang pria di tempat kejadian, polisi juga menyita sedikitnya 14 ekor ayam aduan beserta taji besi yang digunakan sebagai alat bukti primer tindak pidana perjudian.
Petugas juga mengamankan puluhan unit sepeda motor yang ditinggalkan begitu saja oleh pemiliknya di sekitar perimeter perkebunan saat penggrebekan berlangsung. Saat ini pihak Satreskrim Polres Polman masih melakukan pendataan dan inventarisasi mendalam untuk memastikan kepemilikan kendaraan bermotor tersebut guna memisahkan antara milik komplotan penjudi dengan motor warga lokal yang murni berkebun.
Sebagai langkah pencegahan agar lokasi serupa tidak digunakan kembali, aparat gabungan langsung membongkar paksa dan membakar seluruh tenda serta struktur bangunan arena sabung ayam di tempat kejadian perkara. Tujuh orang terduga pelaku beserta seluruh barang bukti kendaraan dan ayam aduan kini telah digelandang ke Markas Polres Polman guna menjalani proses penyidikan hukum lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku.






