MAKASSAR, PILARIS.ID — Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Idrus Marham membantah keras spekulasi yang menyebut Ketua Umum Bahlil Lahadalia bakal masuk dalam bursa pencalonan presiden atau wakil presiden pada Pemilihan Presiden 2029. Pernyataan tegas tersebut disampaikan langsung di Makassar guna merespons analisis Direktur Eksekutif Ethical Politics Hasyibulloh Mulyawan yang menilai popularitas Bahlil di media sosial berpotensi menjadi modal politik nasional. Idrus menilai penggiringan opini tersebut sangat menyesatkan karena hingga saat ini internal partai berlambang pohon beringin tidak pernah membahas ambisi politik menuju kontestasi nasional tersebut.
Menurut mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar ini, fokus kinerja Bahlil Lahadalia sejak dipercaya menakhodai partai adalah memperkuat konsolidasi struktural internal dan menaikkan perolehan kursi legislatif di semua tingkatan. Komitmen utama organisasi saat ini adalah memberikan dukungan penuh demi menyukseskan jalannya roda pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto pada periode berjalan. Isu pencalonan presiden dini dianggap berpotensi memecah belah fokus partai dan mengganggu soliditas koalisi pemerintahan yang sedang berjalan.
Guna memahami arah pemikiran dan komitmen politik pimpinan partainya, Idrus menyarankan publik untuk membedah gagasan tertulis Bahlil dalam bukunya yang berjudul Karya Kekaryaan: Eskalator Kesinambungan Pembangunan dan Kepemimpinan Nasional. Dalam literatur tersebut, diuraikan secara rinci mengenai pentingnya menjaga kesinambungan pembangunan nasional melalui keberhasilan pemerintahan saat ini, yang dinilai akan menjadi eskalator politik menuju periode berikutnya. Buku tersebut juga menegaskan pentingnya membangun format koalisi permanen di parlemen bersama partai-partai pendukung pemerintah lainnya di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.
Mantan Menteri Sosial tersebut juga menambahkan bahwa rekam jejak Bahlil sebagai mantan aktivis yang ditempa lewat perjuangan panjang dari bawah membentuk karakter politik yang menjunjung tinggi keselarasan antara perkataan dan perbuatan. Konsistensi sikap ini menjadi garansi bahwa seluruh mesin politik Partai Golkar di instansi pusat maupun daerah berada dalam satu komando untuk mengamankan agenda strategis nasional. Keberhasilan program-program prioritas pemerintah pada periode ini menjadi indikator utama yang diperjuangkan partai ketimbang merespons wacana politik yang dinilai terlalu dini.






