Berdayakan Kelompok Perikanan Pesisir, Unhas Dorong Penguatan Ekonomi Berbasis Mangrove di Selayar

Berita0 Views

SELAYAR, PILARIS.ID — Universitas Hasanuddin (Unhas) meluncurkan program pemberdayaan strategis bagi kelompok usaha perikanan pesisir berbasis pengelolaan ekosistem mangrove di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Langkah proaktif ini dirancang untuk mendongkrak kesejahteraan ekonomi masyarakat nelayan lokal sekaligus menjaga kelestarian lingkungan pesisir secara berkelanjutan.

Pelaksanaan program pengabdian masyarakat terpadu tersebut diinisiasi oleh tim akademisi Unhas di kawasan pesisir Kepulauan Selayar pada Jumat (13/6/2026). Kegiatan ini menyasar kelompok-kelompok usaha perikanan skala kecil guna mengoptimalkan potensi bernilai ekonomi tinggi dari draf diversifikasi produk olahan laut tanpa merusak hutan bakau.

Dalam program pembinaan ini, tim pakar Unhas memberikan pendampingan taktis mulai dari teknik budidaya perikanan ramah lingkungan, manajemen keuangan usaha, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk perluasan akses pasar. Langkah nyata ini diambil sebagai respons atas draf tantangan degradasi lingkungan pantai dan keterbatasan akses modal yang selama ini kerap dihadapi oleh komunitas nelayan tradisional setempat.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar memberikan apresiasi serta dukungan penuh terhadap jalannya program pemberdayaan yang digawangi oleh skuad civitas akademika Unhas ini. Sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah diharapkan mampu mempercepat transformasi ekonomi draf kawasan pesisir berbasis konservasi alam, sehingga ekosistem mangrove tetap terjaga sebagai benteng alami dari ancaman abrasi.

Pasca-pelatihan berkala ini, Unhas berkomitmen untuk terus memonitor perkembangan kapasitas produksi dan jaringan pemasaran kelompok usaha binaan secara intensif. Keberhasilan model pemberdayaan di Selayar ini ditargetkan dapat menjadi draf percontohan nasional bagi pengelolaan wilayah pesisir terpadu yang menyelaraskan antara pertumbuhan ekonomi masyarakat dan perlindungan keanekaragaman hayati.