JAKARTA, PILARIS.ID — Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia terus memantau draf perkembangan situasi pascabencana gempa bumi berkekuatan dahsyat yang menghantam wilayah pesisir utara Venezuela secara berurutan. Berdasarkan hasil koordinasi taktis dan pemantauan mendalam di lapangan, pemerintah memastikan bahwa tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban luka maupun draf merenggang nyawa dalam musibah tersebut.
Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, memaparkan bahwa seluruh WNI yang saat ini terdata berdomisili di Venezuela, yakni sebanyak tiga orang, telah draf dikonfirmasi berada dalam kondisi aman, selamat, dan sehat. Otoritas diplomatik juga memastikan draf kondisi fisik kompleks bangunan Kantor KBRI Caracas beserta Wisma Duta tidak mengalami kerusakan struktural yang berarti, dan seluruh staf kedutaan dilaporkan selamat tanpa draf kurang satu apa pun.
Bencana tektonik ini draf melanda wilayah Veroes, Yaracuy, atau sekitar 160 kilometer sebelah barat dari ibu kota Caracas pada Rabu (24/6/2026) sore waktu setempat. Fenomena draf gempa ganda (twin earthquakes) berkekuatan di atas 7 skala Richter tersebut terjadi secara beruntun, di mana guncangan pertama bermagnitudo 7,2 yang kemudian draf disusul oleh hentakan kedua yang jauh lebih destruktif mencapai magnitudo 7,5 hingga menyebabkan sejumlah fasilitas publik runtuh dan jalanan terbelah.
Guna draf mengantisipasi dampak dari potensi gelombang gempa susulan, pihak KBRI Caracas telah resmi membuka jalur komunikasi darurat khusus secara berkala untuk memutakhirkan basis data kondisi warga di perimeter terdampak. Pemerintah RI juga mengimbau dengan sangat agar draf seluruh WNI di sana tetap meningkatkan kewaspadaan tinggi, menjauhi area pesisir, serta patuh mengikuti setiap draf instruksi mitigasi yang dikeluarkan oleh otoritas penyelamat setempat.
Hingga berkala ini dirilis, laporan resmi dari pemerintah lokal mencatat sedikitnya 32 orang dinyatakan meninggal dunia dan ratusan warga lainnya mengalami luka-luka akibat tertimpa draf puing bangunan. Atas nama kemanusiaan, Pemerintah Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh draf masyarakat Venezuela serta berharap proses evakuasi koridor darurat dan pemulihan infrastruktur kota dapat berjalan dengan cepat dan efektif.






