SELAYAR, PILARIS.ID – Langkah nyata untuk menekan angka penularan HIV di kalangan generasi muda terus digalakkan. Kali ini, Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin (FKep Unhas) hadir di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, untuk membekali para remaja dengan literasi kesehatan yang kuat melalui Program Gerakan Edukasi Bebas HIV Terpadu atau yang dikenal sebagai Program GESIT.
Kegiatan yang berlangsung pada 11–12 Juni 2026 ini dipusatkan di SMAN 8 Selayar, Kecamatan Buki. Sebanyak 70 siswa dan siswi terlibat aktif dalam edukasi yang dikemas secara interaktif, partisipatif, dan sangat relevan dengan kebutuhan khas usia remaja.
Upaya preventif ini menjadi angin segar di tengah tantangan besar pengendalian HIV di tanah air. Data Kementerian Kesehatan tahun 2025 mengestimasi ada sekitar 564 ribu orang yang hidup dengan HIV di Indonesia, dan sayangnya banyak yang belum menyadari status kesehatan mereka. Melalui Program GESIT, Unhas berkomitmen mendukung target pemerintah dalam mengeliminasi HIV dan infeksi menular seksual pada tahun 2030, sekaligus menyukseskan agenda global SDGs untuk kehidupan sehat dan pendidikan berkualitas.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat FKep Unhas, Aulia Insani Latif, S.Kep., Ns., M.Kep., menekankan bahwa mengedukasi remaja adalah investasi terbaik untuk memutus rantai penularan HIV di masa depan. Menurutnya, remaja yang sedang dalam fase mencari jati diri sangat membutuhkan informasi kesehatan yang valid agar tidak terjerumus ke dalam perilaku berisiko.
Menariknya, program ini tidak hanya menyajikan teori yang kaku. Rangkaian acara dimulai dengan pre-test untuk mengukur pemahaman awal, disusul penyampaian materi inti, kuis seru, hingga diskusi interaktif. Para siswa diajak memahami cara penularan, langkah pencegahan, hingga pentingnya menghapus stigma negatif terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Materi edukasi ini disampaikan langsung oleh Prof. Dr. Kadek Ayu Erika, S.Kep., Ns., M.Kes. bersama Aulia Insani Latif, dengan Nur Fadilah, S.Kep., Ns., M.N. sebagai moderator, serta dibantu oleh para mahasiswa FKep Unhas.
Tak hanya menyentuh sisi medis, FKep Unhas juga membawa pendekatan psikologis lewat sesi supporting group. Sesi ini dipandu oleh Rizky Amalia Jamil, S.Psi., M.A., dosen psikologi Fakultas Kedokteran Unhas, yang fokus membangun rasa percaya diri peserta serta memperkuat kemampuan mereka dalam mengambil keputusan demi membentengi diri dari pengaruh negatif.
Apresiasi tinggi datang dari pihak sekolah. Wakil Kepala SMAN 8 Selayar, Nur Hayani, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kehadiran tim Unhas. Ia menilai edukasi kesehatan reproduksi seperti ini sangat dinantikan dan dibutuhkan oleh para siswa di era sekarang.
Lewat energi positif dari Program GESIT, FKep Unhas berharap para remaja di Kepulauan Selayar tidak hanya mampu menjaga diri sendiri, tetapi juga tampil percaya diri sebagai pelopor atau agen perubahan yang menyebarkan informasi kesehatan yang benar di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat luas.












