WASHINGTON DC, PILARIS.ID — Gelombang kritik tajam dari berbagai media terkemuka di Amerika Serikat kini tengah melanda Presiden Donald Trump pascapenandatanganan kesepakatan damai sementara dengan Iran. Langkah diplomasi kilat yang disahkan secara elektronik tersebut dinilai oleh sejumlah analis dan pengamat domestik sebagai draf perjanjian yang terlalu longgar dan justru menguntungkan posisi Teheran.
Laporan analisis media yang dirilis secara masif pada Kamis (18/6/2026) menyoroti bahwa pelonggaran sanksi ekonomi dan pencairan miliaran dolar dana minyak yang diberikan Washington tidak sebanding dengan konsesi yang diberikan oleh Iran. Narasi utama yang berkembang di ruang publik menuduh pemerintahan Trump terburu-buru mengambil keputusan di Versailles, Prancis, sehingga draf pakta tersebut terkesan mengabaikan pengawasan jangka panjang terhadap fasilitas nuklir strategis Iran.
Kritik ini mencuat seiring bergulirnya agenda perundingan teknis lanjutan yang saat ini masih dilakukan oleh utusan kedua negara di Swiss untuk merinci implementasi di lapangan. Para kritikus dari kalangan media dan politisi oposisi menilai Amerika Serikat telah kehilangan daya tawar utamanya sejak dokumen resmi tersebut ditandatangani lebih awal sebelum pertemuan tatap muka di resor pegunungan Bürgenstock terlaksana.
Merespons tekanan publik tersebut, pihak Gedung Putih menegaskan bahwa percepatan kesepakatan secara elektronik diambil demi stabilitas keamanan global yang mendesak di kawasan Timur Tengah. Pemerintah menyatakan bahwa pelonggaran ekonomi yang diberikan bersifat kondisional dan dapat dibatalkan sewaktu-waktu jika tim inspektur independen menemukan adanya pelanggaran komitmen oleh pihak Teheran.
Polemik domestik ini diprediksi akan terus menekan posisi tawar delegasi Amerika Serikat yang tengah merampungkan draf teknis perjanjian di Swiss. Komunitas internasional kini mengamati dengan saksama apakah tekanan politik dari dalam negeri ini akan memengaruhi keberlanjutan komitmen transisi tersebut menuju draf kesepakatan damai yang permanen di masa mendatang.










