GEORGIA, PILARIS.ID, Tim nasional Spanyol gagal memetik poin penuh pada pertandingan pertama mereka di Grup H Piala Dunia 2026. Menghadapi tim debutan Tanjung Verde di Atlanta Stadium, Amerika Serikat, skuad asuhan Luis de la Fuente tersebut ditahan imbang dengan skor 0-0.
Penampilan luar biasa kiper veteran Tanjung Verde, Vozinha, menjadi aktor utama di balik kegagalan raksasa Eropa tersebut memetik kemenangan. Penjaga gawang berusia 40 tahun yang bermain untuk klub kasta kedua Liga Portugal, Chaves, itu melakukan total tujuh penyelamatan krusial sepanjang laga.
Sejak peluit awal dibunyikan oleh wasit Adham Makhadmeh, skuad La Furia Roja langsung mengambil kendali permainan secara penuh. Dominasi penguasaan bola tim matador bahkan sempat mendekati angka 80 persen pada fase awal babak pertama.
Pertahanan rapat Tanjung Verde yang menerapkan blok rendah dan menumpuk pemain di area penalti membuat Spanyol kesulitan. Peluang berbahaya pertama baru tercipta pada menit ke-13 lewat umpan silang Pedri, namun bola berhasil disapu oleh Roberto Lopes.
Bek kiri Marc Cucurella yang baru saja resmi bergabung dengan Real Madrid juga ikut mengancam melalui tendangan voli pada menit ke-30. Sayangnya, eksekusi bertenaga dari dalam kotak penalti tersebut masih melambung tipis di atas mistar gawang.
Tanjung Verde sempat membalas melalui skema serangan balik cepat pada menit ke-37 setelah Rodri kehilangan bola di lini tengah. Penyerang Dailon Livramento mencoba melepaskan tembakan spekulasi jarak jauh, namun bola masih melebar dari sasaran.
Peluang emas beruntun Spanyol tercipta pada menit ke-41 ketika sundulan Marc Cucurella mengarah tepat ke Ferran Torres. Tembakan jarak dekat Torres membentur mistar, dan bola pantul yang disundul Mikel Oyarzabal langsung ditepis secara gemilang oleh Vozinha.
Jelang turun minum, penjaga gawang Tanjung Verde itu kembali menunjukkan kualitasnya dengan menggagalkan peluang emas kedua dari Ferran Torres. Vozinha juga sukses menepis sundulan tajam Aymeric Laporte yang memanfaatkan situasi sepak pojok.
Memasuki babak kedua, dominasi Spanyol tidak mengendur dan mereka terus mengurung lini pertahanan tim asuhan Bubista tersebut. Fabian Ruiz sempat mendapatkan kesempatan emas melalui sundulan pada menit ke-58, tetapi bola masih terlalu lemah.
Pelatih Luis de la Fuente mencoba menambah daya gedor lini depan dengan memasukkan wonderkid Lamine Yamal pada menit ke-71. Kehadiran pemain muda tersebut memberikan penyegaran dan langsung membuka ruang bagi lini serang Spanyol.
Kerja sama Lamine Yamal dari sisi kanan lapangan pada menit ke-75 berhasil memberikan ruang tembak bagi Mikel Merino. Namun, kesigapan Vozinha di bawah mistar gawang kembali menggagalkan peluang matang yang didapatkan pemain pengganti tersebut.
Peluang terakhir di penghujung laga lahir pada menit ke-89 melalui kerja sama apik antara Dani Olmo dan Mikel Oyarzabal. Tembakan mendatar yang dilepaskan Oyarzabal secara heroik mampu diblok oleh Roberto Lopes sebelum melewati garis gawang.
Hasil imbang tanpa gol ini menjadi kejutan besar sekaligus mencatatkan laga pertama yang berakhir 0-0 pada gelaran Piala Dunia 2026. Persaingan di Grup H dipastikan akan semakin ketat karena masih ada Uruguay dan Arab Saudi yang siap bersaing.











