Tubarões Azuis

Oleh Mattewakkan

Esai12 Views

Angin Atlantik menyapu sepuluh pulau vulkanik di lepas pantai barat Afrika. Di sanalah 525 ribu orang tinggal, jumlah yang sedikit lebih banyak dari penduduk Kabupaten Bulukumba di Sulawesi Selatan. Cabo Verde atau lebih populer disebut Cape Verde, merdeka dari Portugal pada 5 Juli 1975. Besok, tepat 51 tahun sejak hari itu. Negeri kepulauan ini lolos ke Piala Dunia 2026 untuk pertama kali.

Jalan ke sana dimulai di Grup D kualifikasi CAF. Cameroon, juara Afrika lima kali, ada di grup itu. Angola dan Libya juga. Cabo Verde menang 3-0 atas Eswatini pada Oktober 2025, kemenangan yang mengunci tiket pertama mereka ke putaran final. Vozinha, kiper berusia 40 tahun yang jadi ikon, menyebut momen itu sederhana: mimpi yang akhirnya jadi kenyataan, setelah generasi pemain sebelum dia gagal mencapainya.

Fase grup menjadi panggung kejutan. Cabo Verde menahan Spanyol, juara Euro 2024, tanpa gol, dengan Vozinha membuat tujuh penyelamatan. Lawan Uruguay, mereka bermain imbang 2-2. Deroy Duarte mencetak gol pertama Cabo Verde sepanjang sejarah Piala Dunia di laga itu. Lawan Arab Saudi, lagi-lagi 0-0. Tiga hasil imbang, tanpa kekalahan, cukup untuk membawa mereka ke posisi runner-up grup. Mereka jadi negara dengan populasi terkecil yang pernah lolos ke babak gugur Piala Dunia, mengalahkan rekor yang sebelumnya dipegang tim-tim yang lebih dulu tersingkir, seperti Curaçao dan Islandia.

Babak 32 besar mempertemukan mereka dengan juara bertahan Argentina di Miami. Messi membuka skor di menit 29. Duarte menyamakan kedudukan di menit 59. Lisandro Martínez membawa Argentina unggul lagi di awal perpanjangan waktu, tapi Sidny Lopes Cabral membalas dengan tendangan melengkung dari luar kotak penalti. Skor bertahan 2-2 sampai menit 111, ketika sundulan Cristian Romero membentur tangan bek Cabo Verde, Diney Borges, dan masuk sebagai gol bunuh diri. Argentina menang 3-2. Vozinha mencatat delapan penyelamatan sepanjang laga, termasuk dua kali menahan tendangan langsung Messi.

Bubista, pelatih yang menangani tim ini sejak 2020, merangkum pencapaian timnya dengan sederhana: seluruh dunia melihat negara mereka, keberanian dan daya tahan pemainnya. Tidak ada janji soal masa depan, hanya pengakuan bahwa tim kecil ini pantas berada di sana.

Seorang kawan berkelakar di grup WhatsApp: di negara lain, Vozinha pasti sudah diburu partai untuk jadi calon legislator begitu pulang kampung. Popularitasnya kini, katanya, cukup untuk mendongkrak elektabilitas partai mana pun yang meminangnya.

Cabo Verde juga punya jejak di Makassar. Yuran Fernandes, bek PSM Makassar, sempat dua kali dipanggil timnas ini sepanjang 2025. Namun persaingan di lini belakang terlalu ketat, dan saat skuad final diumumkan Mei 2026, namanya tak ikut.

Cabo Verde pulang tanpa kalah sekali pun di lapangan, hanya kalah di extra time terakhir mereka. Bagi negara dengan luas 4.033 kilometer persegi, itu sudah cukup untuk membuat dunia mengingat nama Tubarões Azuis, sang “Hiu Biru”, julukan yang diambil dari perairan Atlantik yang mengelilingi kepulauan mereka.

Makassar, 4 Juli 2026