Resmi Diserahkan, Supriansa Saksikan Langsung Bahlil Lahadalia Serahkan Surat Diskresi ke IAS di Jakarta

Berita6 Views

JAKARTA, PILARIS.ID — Teka-teki mengenai penyerahan dokumen penentu dalam peta persaingan Musyawarah Daerah DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan akhirnya menemui titik terang. Mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, secara resmi telah menerima dan mengantongi surat diskresi khusus yang dikeluarkan langsung oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.

Kepastian mengenai legalitas langkah politik tersebut dikonfirmasi oleh kader senior Golkar Sulawesi Selatan, Supriansa, yang mengaku hadir dan menyaksikan secara langsung prosesi penyerahan dokumen penting itu di Jakarta pada Rabu (24/6/2026). Menurut Supriansa, momentum penyerahan tiket khusus ini berlangsung khidmat di markas pimpinan pusat serta turut dikawal oleh sejumlah elite teras DPP, termasuk politisi kawakan sekaligus anggota DPR RI, Nurdin Halid.

Pemberian diskresi ini sontak mengubah peta kontestasi internal beringin Sulsel secara drastis serta memperkuat posisi tawar pria yang akrab disapa Aco tersebut di hadapan para pemilik hak suara. Sebagai instrumen strategis organisasi, surat sakti ini menjadi lampu hijau dari pusat yang membebaskan syarat administratif pencalonan ketua, mengingat rekam jejak IAS yang sempat hijrah ke partai lain sebelum kembali pulang pada tahun 2022 lalu.

Kendati status diskresi bukan merupakan bentuk penunjukan sepihak atau vonis kemenangan otomatis, para pengamat menilai langkah Bahlil Lahadalia ini memancarkan sinyal politik yang benderang mengenai arah konsolidasi yang diinginkan elit Jakarta. Pengalaman kepemimpinan IAS yang panjang serta kedekatan emosionalnya dengan lini akar rumput di kabupaten dan kota dianggap menjadi variabel penentu yang dilirik DPP untuk menyongsong target kemenangan pemilu mendatang.

Menjelang pelaksanaan Musda yang dijadwalkan bergulir pada awal Juli 2026 di Kota Makassar, seluruh elemen mesin partai kini mulai merapatkan barisan guna mengantisipasi dinamika yang berkembang. Kehadiran surat diskresi di tangan IAS dipastikan akan membuat tensi kompetisi dengan figur kandidat lain semakin kompetitif dalam memperebutkan tongkat estafet kepemimpinan tertinggi Golkar di Sulawesi Selatan.